Mengintip Pesawat Kepresidenan Negara Lain

Pemerintah Indonesia baru saja mendatangkan satu pesawat kepresidenan yang dibeli dari Boeing seharga 89,6 juta dollar AS atau sekitar Rp 847 miliar.Pesawat ini dicat berwarna biru muda pada punggung dan putih pada bagian lambung pesawat. Selain itu, tulisan "Republik Indonesia" dan logo Garuda terpasang di bagian depan pesawat.


Selain negara kita ternyata negara-negara lain yang sudah terlebih dahulu memiliki pesawat kepresidenan, jenis pesawat apa yang dipakai oleh pesawat kepresidenan negara-negara lain dan seperti apa corak warnanya? Simak tujuh pesawat kepresidenan beberapa negara yang dirangkum dari berbagai sumber.

Australia


Pemerintah Australia memiliki dua Boeing 737 BBJ (registrasi A36-001 dan 002) dan tiga Challenger 604 untuk mendukung tugas gubernur jenderal, perdana menteri, dan kementerian luar negeri, baik untuk perjalanan domestik maupun internasional. Pesawat-pesawat tersebut dioperasikan oleh Angkatan Udara Australia (Royal Australian Air Force).

Brasil


Brasilia memiliki pesawat kepresidenan dari varian Airbus, lebih tepatnya A319 (VC-IA-2101). Pesawat tersebut memiliki dimensi yang lebih pendek dibanding varian A320 yang populer dipakai maskapai penerbangan di seluruh dunia, tetapi memiliki daya jelajah yang lebih jauh.

Pesawat tersebut diberi nama Santos-Dumont (dari Alberto Santos-Dumont, pionir penerbangan dari negara tersebut), dan menggunakan callsign FAB 001 (Brazilian Air Force One).

Republik Rakyat Tiongkok


Pesawat kepresidenan RRT dilayani oleh maskapai nasional negara tersebut, yaitu Air China, sehingga tidak ada satu pesawat khusus. Namun, biasanya, untuk kunjungan jarak jauh, Air China menyediakan Boeing 747-nya sebagai pesawat kepresidenan.

Pada tahun 2000 lalu, Pemerntah RRT sebenarnya sudah memesan sebuah pesawat Boeing 767 (B767) untuk digunakan sebagai pesawat kepresidenan. Namun pada tahun 2000, dalam sebuah insiden, Pemerintah Tiongkok mengklaim menemukan 27 alat penyadap dalam interior pesawat tersebut, dan akhirnya membatalkannya. B767 pesanan Pemerintah RRT tersebut kini digunakan oleh maskapai AS, Delta Air Lines.

Jerman


Pemerintah Jerman menggunakan Airbus seri A340-300 (registrasi 16+01) untuk menggantikan A300 (registrasi 10+22) sebagai pesawat kepresidenan. A340-300 tersebut telah dimodifikasi oleh Lufthansa Technik dengan konfigurasi VIP untuk penerbangan jarak menengah dan jauh.

Pesawat kepresidenan dengan registrasi 10+21 diberi nama (nosename) "Konrad Adenauer", nama kanselir Jerman (Barat) pertama. Sementara itu, 10+22 yang dipensiunkan pada 2011 memiliki nama "Theodor Heuss", Presiden pertama Jerman.

Selain dua pesawat tersebut, Angkatan Udara Jerman melalui Special Air Mission Wing Federal Ministry of Defence (Flugbereitschaft) juga mengoperasikan enam jet Challenger 601 (registrasi 12+01 hingga 12+06) dan tiga helikopter AS532 Cougar buatan Eurocopter untuk melayani kebutuhan transportasi Pemerintah Jerman, anggota parlemen, dan para menteri.

Jepang


Pesawat kepresidenan Jepang dioperasikan oleh Japan Air Self-Defense Force yang terdiri dari dua Boeing 747-400 (registrasi 20-1101 dan 20-1102). Pesawat tersebut utamanya digunakan oleh perdana menteri Jepang, kaisar, permaisuri, dan anggota keluarga kerajaan Jepang. Pesawat ini memiliki nama resmi Seifu-Senyo-Ki atau Japanese Air Force One/Two.

Rusia


Rusia menggunakan aset pesawat yang diproduksi oleh negaranya sendiri, Ilyushin II-96-300PU (registrasi RA-96016) sebagai pesawat kepresidenan. Pesawat tersebut di bawah kendali Russia State Transport Company.

Salah satu dari pesawat kepresidenan Rusia tersebut dimodifikasi di bagian interior sebagai sarana transportasi VIP pada tahun 2001 lalu. Pengerjaannya dipercayakan kepada perusahaan Inggris. Interior Il-96 tersebut dilapisi dengan lantai marmer, dinding sutra, dan beberapa interiornya disepuh emas. Modifikasi ini menghabiskan dana hingga 17 juta dollar AS.

Amerika Serikat


Pesawat kepresidenan Amerika Serikat mungkin menjadi ikon dalam hal pesawat kepresidenan. Semenjak tahun 1990, Pemerintah AS menggunakan dua Boeing 747-200B dengan registrasi 28000 dan 29000. Dalam jajaran Angkatan Udara AS, pesawat ini dikenal dengan nama VC-25A. Nama Air Force One baru digunakan saat presiden Amerika Serikat berada di dalamnya.

sumber : national geographic